AFP, (14/8) - Saham-saham Tokyo tergelincir ke wilayah negatif pada Rabu
pagi di perdagangan hari libur, menyerahkan keuntungan yang di pada
pada awal sesi karena penguatan yen.
Indeks Nikkei 225 merosot 0,04 persen, atau 6,19 poin, menjadi 13,860.81 pada istirahat sesi pagi, sedangkan indeks Topix dari seluruh saham bagian pertama naik 0,22 persen, atau 2,52 poin ke posisi 1,159.67.
Nikkei melonjak 0,50 persen pada pembukaan pagi tadi, mengambil arahan dari kenaikan Wall Street hari Selasa kemarin, tetapi penguatan yen mendorong untuk kembali mundur.
Penguatan yen dipandang sebagai hal yang negatif untuk saham karena membuat saham berorientasi ekspor menjadi kurang kompetitif di luar negeri dan meredam tingkat profitabilitas mereka.
'Keuntungan awal terhapus karena rebound yen,' kata Hiroichi Nishi, general manager ekuitas dari SMBC Nikko Securities. 'Tapi aksi jual tersebut kemungkinan tidak akan mendapat akselerasi karena saham-saham Jepang masih dalam zona beli.'
Nishi mengutip peningkatan data ekonomi dari AS, Eropa dan China yang cenderung meningkatkan sentimen dikalangan investor, dan mengutip sebuah laporan dari media Jepang yang mengatakan bahwa Tokyo sedang mempertimbangkan untuk pemotongan pajak perusahaan dalam upaya untuk membantu mengimbangi dampak kenaikan pajak penjualan.
Kenaikan pajak konsumsi Jepang sampai 10 persen pada tahun 2015 mendatang dipandang sebagai sesuatu yang penting untuk memotong utang negara yang sangat besar dan terburuk di antara negara-negara industri atau lebih dari dua kali dari ukuran ekonominya.
Namun, volume perdagangan cukup rendah tipis dengan banyaknya para pelaku pasar yang tidak beraktivitas karena liburan musim panas Obon di Jepang.
Indeks Nikkei 225 merosot 0,04 persen, atau 6,19 poin, menjadi 13,860.81 pada istirahat sesi pagi, sedangkan indeks Topix dari seluruh saham bagian pertama naik 0,22 persen, atau 2,52 poin ke posisi 1,159.67.
Nikkei melonjak 0,50 persen pada pembukaan pagi tadi, mengambil arahan dari kenaikan Wall Street hari Selasa kemarin, tetapi penguatan yen mendorong untuk kembali mundur.
Penguatan yen dipandang sebagai hal yang negatif untuk saham karena membuat saham berorientasi ekspor menjadi kurang kompetitif di luar negeri dan meredam tingkat profitabilitas mereka.
'Keuntungan awal terhapus karena rebound yen,' kata Hiroichi Nishi, general manager ekuitas dari SMBC Nikko Securities. 'Tapi aksi jual tersebut kemungkinan tidak akan mendapat akselerasi karena saham-saham Jepang masih dalam zona beli.'
Nishi mengutip peningkatan data ekonomi dari AS, Eropa dan China yang cenderung meningkatkan sentimen dikalangan investor, dan mengutip sebuah laporan dari media Jepang yang mengatakan bahwa Tokyo sedang mempertimbangkan untuk pemotongan pajak perusahaan dalam upaya untuk membantu mengimbangi dampak kenaikan pajak penjualan.
Kenaikan pajak konsumsi Jepang sampai 10 persen pada tahun 2015 mendatang dipandang sebagai sesuatu yang penting untuk memotong utang negara yang sangat besar dan terburuk di antara negara-negara industri atau lebih dari dua kali dari ukuran ekonominya.
Namun, volume perdagangan cukup rendah tipis dengan banyaknya para pelaku pasar yang tidak beraktivitas karena liburan musim panas Obon di Jepang.






0 komentar:
Posting Komentar