equity world futures

Alamat Kantor Kami:

Cyber 2 Tower Lt.19, Jl.HR.Rasuna Said Blok X-5 No.13, Jakarta Selatan 12950 Phone : +6221 29021661 (Hunting)

Alamat Kantor Kami:

Cyber 2 Tower Lt.19, Jl.HR.Rasuna Said Blok X-5 No.13, Jakarta Selatan 12950 Phone : +6221 29021661 (Hunting)

Transaksi anda kami jamin aman dari virus, hacker atau ganguan sejenisnya karena trading platform kami telah terproteksi dengan baik.

Gold:

GOLD adalah salah satu Product yang ditransaksikan di PT. EQUITY WORLD FUTURES.

Real Time Quotes

Dengan real time quotes yang mengudara selama 24 jam akan memberikan kemudahan kepada para nasabah untuk bisa selalu memantau harga yang sedang berjalan.

Kamis, Juni 19, 2014

BI : peluncuran uang NKRI pada 17 Agustus

Sumber berita: www.antaranews.com

Bank Indonesia
PT EquityWorld Futures Jakarta: Bank Indonesia (BI) memastikan uang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) akan diluncukan pada 17 Agustus 2014 atau bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan RI.

"Tanggal 17 Agustus, uang baru tersebut akan diperkenalkan dan sudah masuk di mesin anjungan tunai mandiri (ATM)," kata Deputi Gubernur BI, Ronald Waas, di Batam, Kamis.

Dia mengatakan Uang NKRI itu nantinya akan ditandatangani Gubernur Bank Indonesia dan pemerintah dalam hal ini Menteri Keuangan sebagaimana yang diamanatkan Undang-Undang (UU) Mata Uang.

Namun Ronald enggan menyebutkan nominal pecahan uang baru tersebut dan jumlah yang akan diedarkan ke masyarakat.

"Saya belum bisa menyebutkan itu, tunggu saja nanti," kata dia.

Menurutnya BI dan pemerintah sudah sepakat tentang gambar dan tulisan yang tertera dalam uang baru tersebut. Tulisan yang tertera dalam uang baru itu tidak lagi bertulisan Bank Indonesia, tapi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sementara itu menurut dia jumlah uang beredar saat ini sekitar Rp460 triliun atau turun dibandingkan akhir tahun lalu yang mencapai Rp500 triliun.

Namun kata dia menjelang Lebaran nanti, jumlah uang yang beredar akan naik kembali menjadi sekitar Rp500 triliun. Tapi setelah Lebaran, jumlah uang beredar kembali turun karena secara bertahap uang yang digunakan sebelum lebaran masuk lagi ke bank.

Updated at : Kamis, Juni 19, 2014

Saham Berjangka Eropa Naik Merespon Hasil Rapat The Fed

saham eropa
PT Equity World Futures: Indeks saham berjangka Eropa naik setelah Federal Reserve mengulangi janjinya untuk mempertahankan tingkat suku bunga mendekati rekor terendah dan mengatakan bahwa ekonomi terbesar dunia tersebut akan bisa mengalami pertumbuhan yang berkelanjutan. Saham berjangka AS sedikit berubah, sementara saham-saham Asia menguat.

Beberapa saham yang diprediksi akan berfluktuasi yaitu L'Oreal setelah setuju untuk membeli NYX Cosmetics yang berbasis di Los Angeles. Saham Ryanair Holdings Plc diperkirakan naik setelah UBS AG merekomendasikan beli untuk saham perusahaan tersebut. Indeks saham perusahaan perjalanan dan pariwisata kemarin turun ke level terendah dalam hampir sebulan.

Index Euro Stoxx 50 yang berakhir bulan ini naik 0,9 persen menjadi 3.310 pada 7:24 pagi di London. Kontrak pada Indeks FTSE 100 naik 0,6 persen. Pasar saham di Austria tutup hari ini untuk liburan Corpus Christi. Saham Standard & Poor 500 berjangka naik kurang dari 0,1 persen, sedangkan Index MSCI Asia Pacific naik 1,3 persen ke level tertinggi enam tahun.(frk)

Sumber: Bloomberg

Updated at : Kamis, Juni 19, 2014

Ancaman Kenaikan Harga Minyak Tekan Rupiah

 Sumber berita: www.plasadana.com

minyakPT EquityWorld Futures: Kekhawatiran bakal melonjaknya harga minyak dunia akibat persoalan geopolitik di Irak menjadi salah satu pemicu utama terdepresiasinya nilai tukar rupiah ke level Rp12.000 per dolar AS.

Menurut Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo, ancaman bakal meningkatnya harga minyak dunia menjadi kekhawatiran yang besar bagi negara-negara net importer, termasuk Indonesia. "Rupiah yang sempat Rp12.000 mungkin hanya bersifat sesaat. Saya melihatnya sebagai kondisi yang mencerminkan pasar," kata Agus Marto di Gedung DPR Jakarta, Rabu (18/6) malam.

Dia mengatakan, faktor lain yang mempengaruhi pelemahan rupiah adalah perilaku pasar yang tengah terfokus pada rapat Federal Open Market Committee (FOMC). "FOMC meeting memberikan informasi bahwa inflasi agak meningkat di AS, sehingga menimbulkan kekhawatiran terjadi peningkatan suku bunga," ujarnya.

Agus Marto menyebutkan, jika situasi di AS akan mengalami inflasi yang tinggi, maka pasar domestik akan menilai bahwa Federal Reserve akan lebih cepat menaikkan tingkat suku bunga. "Padahal kita mengetahui bahwa penyesuaian bunga The Fed akan dilakukan pada 2015, setelah tapering-off dilakukan secara teratur," kata Agus Marto.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, faktor lain yang menyebabkan melemahnya rupiah adalah perlambatan pertumbuhan ekonomi China hingga ketidakpastian ekonomi di Eropa. "Faktor-faktor ini akan saling mempengaruhi negara-negara berkembang, sehingga memicu kekhawatiran yang melemahkan nilai tukar," ucap Gubernur BI.

Sementara itu, jelas Agus Marto, pelemahan rupiah juga dipengaruhi oleh sejumlah persoalan domestik, seperti pembelian valuta asing oleh korporasi ritel untuk pembayaran utang luar negeri, pembayaran bunga, repatriasi keuntungan dan kewajiban terhadap luar negeri lainnya.

"Ada juga pembelian valuta asing akibat kekhawatiran situasi di Irak, sehingga mereka membeli lebih awal. Ada kekhawatiran kondisi di Irak akan menekan neraca perdagangan Indonesia, karena harga minyak meningkat dan nanti dikhawatirkan akan ada rekanan kepada neraca transaksi berjalan," paparnya.

Bahkan, jelas dia, persaingan secara politis dalam pemilihan presiden di Indonesia juga akan mempengaruhi nilai tukar rupiah. "Jadi (pelemahan rupiah) saat ini sifatnya unik, dari kondisi dunia dan kondisi di Indonesia. Tetapi, secara umum ekonomi kita masih baik," ujar Agus Marto.

Updated at : Kamis, Juni 19, 2014

OJK Dukung Pengembangan Teknologi di Pasar Keuangan

Sumber berita: www.tribunnews.com

Otoritas Jasa Keuangan
Equity World Futures: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung pengembangan teknologi dan informasi dalam pasar keuangan. Menurut OJK, perkembangan sektor keuangan didukung dengan semakin kompleks dan berkembangnya subsektor keuangan.

"Karena adanya keterkaitan diantara lembaga jasa keuangan maka akan menambah kompleksitas diantara lembaga-lembaga keuangan dalam sistem yang semakin canggih," kata Muliaman Hadad, Ketua Dewan Komisioner OJK dalam paparanya di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (13/5/2014).

Muliaman menambahkan, pengunaan teknologi informasi di industri perbankan dan jasa keuangan kian kompleks. Dipastikan akan diikuti dengan potensi risiko operasional yang bisa melahirkan berbagai risiko-risiko turunan.

Muliaman mewaspadai adanya dampak resiko operasional terhadap penilaian pihak-pihak independen di dunia internasional yang berwenang melakukan assesment terhadap proses pengawasan, pengaturan dan kualitas dari industri perbankan.

"Sekarang ini nasabah sangat memerhatikan kredibilitas dari perbankan dan masalah pengawasan IT menjadi perhatian dari OJK," katanya.

Untuk itu, perbankan harus melengkapi diri dengan berbagai infrastruktur yang dapat meminimalkan potensi risiko dari kejahatan teknologi informasi atau cyber crime dengan SDM memadai, sistem pengendalian yang terpercaya, dan analisis rutin terhadap penerapan teknologi informasi.

"Tidak bisa dilupakan adalah updating dan sharing mengenai fraud, kejahatan dan penyalahgunaan yang beredar di dunia maya," katanya.

Updated at : Kamis, Juni 19, 2014