equity world futures

Alamat Kantor Kami:

Cyber 2 Tower Lt.19, Jl.HR.Rasuna Said Blok X-5 No.13, Jakarta Selatan 12950 Phone : +6221 29021661 (Hunting)

Alamat Kantor Kami:

Cyber 2 Tower Lt.19, Jl.HR.Rasuna Said Blok X-5 No.13, Jakarta Selatan 12950 Phone : +6221 29021661 (Hunting)

Transaksi anda kami jamin aman dari virus, hacker atau ganguan sejenisnya karena trading platform kami telah terproteksi dengan baik.

Gold:

GOLD adalah salah satu Product yang ditransaksikan di PT. EQUITY WORLD FUTURES.

Real Time Quotes

Dengan real time quotes yang mengudara selama 24 jam akan memberikan kemudahan kepada para nasabah untuk bisa selalu memantau harga yang sedang berjalan.

Jumat, Desember 20, 2013

Dolar Sentuh Rp 12.245, Bank Sudah Jual di Kisaran Rp 12.300


dollar naik
PT EquityWorld Futures: Jakarta -Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terus menguat terhadap rupiah. Hari ini dolar AS sempat tembus Rp 12.245.

Seperti dikutip dari data perdagangan Reuters, Jumat (20/12/2013), dolar AS pagi tadi dibuka di Rp 12.195 per dolar AS. Nilainya terus menguat secara perlahan sampai menembus posisi tertingginya hari ini di Rp 12.245 per dolar AS.

Rencana The Federal Reserve mengurangi stimulusnya mulai tahun depan jadi faktor pemicu menguatnya dolar. Tak hanya terhadap rupiah, tapi dolar juga menguat terhadap beberapa mata uang di regional dan Eropa.

Semalam, euro juga jatuh menjadi US$ 1,366 dari sebelumnya US$ 1,368 seperti dikutip dari AFP. Pelemahan juga terjadi di mata uang yen Jepang.

Atas penguatan dolar ini, bank-bank di dalam negeri juga otomatis menaikkan harga jualnya. Seperti di PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dengan kurs jual Rp 12.380 per dolar AS dan kurs beli Rp 12.080 per dolar AS.

Sementara di PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dolar AS dijual di Rp 12.257 per dolar AS dengan kurs beli di Rp 12.163 per dolar AS.

Updated at : Jumat, Desember 20, 2013

Laju IHSG Bisa DIjegal Profit Taking

IHSG
PT Equity World Futures: Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin menguat 35 poin setelah minat beli asing muncul kembali. Saham-saham lapis dua sempat kena aksi ambil untung tapi tak membuat indeks jatuh ke zona merah.

Menutup perdagangan, Kamis (19/12/2013), IHSG menguat 35,689 poin (0,85%) ke level 4.231,980. Sementara Indeks LQ45 naik 8,428 poin (1,21%) ke level 705,443.

Saham-saham di Wall Street rata-rata berakhir datar, investor memilih lakukan aksi tunggu setelah reli kemarin. Tapi Dow Jones bisa naik dan tembus rekor baru.

Pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat, Indeks Dow Jones naik 11,11 poin (0,07%) ke level 16.179,08, rekor baru. Indeks Standard & Poor's 500 menipis 1,05 poin (0,06%) ke level 1.809,60. Indeks Komposit Nasdaq berkurang 11,93 poin (0,29%) ke level 4.058,14.

Hari ini IHSG diprediksi masih bisa melanjutkan penguatan meski terbatas. Namun waspada aksi ambil untung yang bisa menyeret IHSG jatuh ke zona merah.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 melemah 88,11 poin (0,56%) ke level 15.771,11.  
  • Indeks KOSPI naik 3,34 poin (0,17%) ke level 1.978,99.  

Rekomendasi untuk perdagangan saham pagi hari ini:
Mega Capital
IHSG Menguat 0.85% Didorong Pengurangan Stimulus. Bank Sentral Amerika akhirnya mengumumkan pengurangan stimulus sebesar USD 10 miliar per bulan mulai Januari 2014 setelah data ekonomi menunjukkan perbaikan. Keputusan tersebut menjadi sentimen positif bagi pergerakan indeks. IHSG menguat 35.69 poin (0.85%) di 4,231.98 dengan investor asing membukukan net buy senilai IDR 345.9 miliar. Hanya sektor pertambangan (-0.29%) dan properti (-0.42%) yang melemah sedangkan sisanya menguat terutama aneka industri (3.18%) dan industri dasar (1.27%). Adapun dari regional, Nikkei menguat 1.74%, Kospi menguat 0.05% dan Strait Times menguat 0.28%. Namun Hang Seng melemah -1.10%.

Wall Street Ditutup Bervariasi. Bursa Amerika ditutup bervariasi dengan S&P terkoreksi -0.06% dan Nasdaq terkoreksi -0.29%. Namun Dow masih menguat 0.07%. Klaim pengangguran awal mingguan naik menjadi 379K, tertinggi sejak Maret 2013. Sedangkan penjualan rumah November turun 4.3% ke level terendah sejak Desember 2012. Adapun indeks manufaktur Philadelphia berada di bawah ekspektasi. Sementara itu bursa Eropa menguat dengan FTSE menguat 1.43%, DAX menguat 1.68% dan CAC 40 menguat 1.64% didorong oleh pengurangan stimulus yang hanya sebesar USD 10 miliar menjadi USD 75 miliar per bulan serta pernyataan the Fed untuk tetap mempertahankan suku bunga di level rendah.

IHSG Fluktuatif, Melemah Terbatas (Range : 4,195—4,275). IHSG kembali ditutup menguat pada perdagangan kemarin berada di level 4,231. Indeks juga sempat menguji resistance level yang berada di 4,275 namun tampak berlum mampu untuk melewatinya. Hal tersebut berpotensi membawa IHSG mengalami koreksi dan bergerak menguji support level di 4,195. Namun jika indeks berbalik menguat maka berpeluang menguji kembali level 4,275. Hari ini diperkirakan indeks bergerak fluktuatif cenderung melemah terbatas.

KDB Daewoo Securities
Pada perdagangan kemarin IHSG ditutup naik +35.70 poin (+0.85%) ke 4,231.98 dengan jumlah transaksi sebanyak 9 juta lot atau setara dengan Rp4.5 triliun.

Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (+0.80%), sektor basic-industries (+1.27%), sektor construction and property (-0.42%), sektor consumer goods (+0.54%), sektor finance (+0.94%), sektor infrastructure (+0.67%), sektor mining (-0.29%), sektor misc-industries (+3.18%), dan sektor trade (+0.72%).

Tercatat sebanyak 126 saham mengalami penguatan, 100 saham mengalami penurunan, 119 saham tidak mengalami perubahan dan 145 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang menempati top gainers a.l. ASII (+4.00%), BMRI (+3.25%), TLKM (+2.41%), BBCA (+1.06%), dan SMGR (+2.96%). Sementara itu, saham-saham yang menempati top losers a.l. SMMA (-3.27%), TOWR (-2.80%), PGAS (-0.54%), INDF (-0.76%), dan EXCL (-1.00%).

Asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp350 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli a.l. SMGR, BMRI, TLKM, ASII, dan KLBF. Mata uang Rupiah terdepresiasi 12,209 per Dollar AS.

Secara teknikal kenaikan IHSG kemarin dilihat dengan timeframe hourly, maka IHSG tampak gagal break resistance PSAR, MACD yang berpotensi deathcross, stochastic yang melemah namun harga masih berada di atas MA 20 dan MA 60. Dari indikator di atas kami menyimpulkan untuk perdagangan hari ini, kami perkirakan akan mengalami koreksi. Support IHSG di 4,062 dan resistance di 4,287. Untuk perdagangan hari ini kami melihat peluang perdagangan kecenderungan melemah dengan rekomendasi Buy on Weakness. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah: PTBA, TLKM, dan UNVR.

Updated at : Jumat, Desember 20, 2013

Asing Banyak Belanja Saham, IHSG Menguat 35 Poin

IHSG
EquityWorld Futures: Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 35 poin setelah minat beli asing muncul kembali. Saham-saham lapis dua sempat kena aksi ambil untung tapi tak membuat indeks jatuh ke zona merah.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 12.200 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 12.170 per dolar AS.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menanjak 57,761 poin (1,36%) ke level 4.253,558 dalam reli yang terjadi di bursa-bursa Asia. Sentimen positif datang dari Wall Street yang semalam cetak rekor setelah rencananya The Fed mulai kurangi stimulus.

Indeks langsung naik hingga posisi tertingginya hari ini di 4.257,168 tak lama setelah pembukaan perdagangan. Laju IHSG sedikit melambat jelang penutupan perdagangan.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG melaju 41,696 poin (0,99%) ke level 4.237,978 atas maraknya aksi borong saham. Tak satu pun sektor industri di lantai bursa yang melemah.

Laju penguatan indeks mulai terhambat oleh beberapa aksi jual saham-saham yang sudah naik cukup tinggi. Untungnya indeks masih bisa bertahan positif.

Menutup perdagangan, Kamis (19/12/2013), IHSG menguat 35,689 poin (0,85%) ke level 4.231,980. Sementara Indeks LQ45 naik 8,428 poin (1,21%) ke level 705,443.
Hampir seluruh indeks sektoral di lantai bisa menguat dengan penguatan rata-rata lebih dari satu persen. Hanya sektor tambang dan konstruksi yang jatuh ke zona merah.

Aksi beli ini didominasi investor asing. Transaksi asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 346,32 miliar di pasar reguler dan negosiasi.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 125.141 kali pada volume 4,483 miliar lembar saham senilai Rp 4,522 triliun. Sebanyak 126 saham naik, sisanya 100 saham turun, dan 188 saham stagnan.

Bursa saham Jepang memimpin penguatan hari ini dengan lonjakan lebih dari satu persen. Kecepatan bursa Asia lainnya hanya moderat, kecuali China dan Hong Kong yang melemah.

yang bisa melampaui kecepatan laju Bursa Efek Indonesia (BEI), bursa Asia lainnya hanya naik moderat. Sedangkan bursa saham China malah jatuh ke zona merah.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai turun 20,49 poin (0,95%) ke level 2.127,79.  
  • Indeks Hang Seng anjlok 255,07 poin (1,10%) ke level 22.888,75.  
  • Indeks Nikkei 225 melonjak 271,42 poin (1,74%) ke level 15.859,22.  
  • Indeks Straits Times naik tipis 3,18 poin (0,10%) ke level 3.064,96.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.250 ke Rp 61.250, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 550 ke Rp 41.700, Lippo Insurance (LPGI) naik Rp 500 ke Rp 3.400, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 450 ke Rp 18.600.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 300 ke Rp 25.900, Mitra Adiperkasa (MAPI) turun Rp 200 ke Rp 5.650, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 150 ke Rp 11.100, dan Indomobil (IMAS) turun Rp 150 ke Rp 4.800.

Updated at : Jumat, Desember 20, 2013

Harga Emas Dunia Masih Mendekam di Titik Terendahnya

emas
Equity World Futures: Jakarta -Harga emas dunia masih berada di level yang rendah dalam 6 bulan terakhir. Emas kian ditinggalkan investor karena membaiknya perekonomian AS dan nilai tukar dolar.

Mengutip Reuters, Jumat (20/12/2013), emas di pasar spot berada di US$ 1.191,91 per ounce. Untungnya harga emas dunia ini naik sedikit ketimbang beberapa jam sebelumnya yang mencapai US$ 1.185,10 per ounce.

Pada Juni 2013 lalu, emas sempat berada di level terendahnya sejak 2010 yakni di level US$ 1.180 per ounce.

Bank Indonesia (BI) sendiri mengungkapkan dolar menguat didorong adanya pengurangan stimulus secara bertahap oleh Bank Sentral AS, The Federal Reserve. Stimulus pembelian obligasi ini dikurangi US$ 10 miliar jadi hanya US$ 75 miliar per bulan terhitung mulai Mei 2014.

Alhasil dolar kian digemari dan emas pun ditinggalkan sehingga permintaan pun jatuh.

Updated at : Jumat, Desember 20, 2013