equity world futures

Alamat Kantor Kami:

Cyber 2 Tower Lt.19, Jl.HR.Rasuna Said Blok X-5 No.13, Jakarta Selatan 12950 Phone : +6221 29021661 (Hunting)

Alamat Kantor Kami:

Cyber 2 Tower Lt.19, Jl.HR.Rasuna Said Blok X-5 No.13, Jakarta Selatan 12950 Phone : +6221 29021661 (Hunting)

Transaksi anda kami jamin aman dari virus, hacker atau ganguan sejenisnya karena trading platform kami telah terproteksi dengan baik.

Gold:

GOLD adalah salah satu Product yang ditransaksikan di PT. EQUITY WORLD FUTURES.

Real Time Quotes

Dengan real time quotes yang mengudara selama 24 jam akan memberikan kemudahan kepada para nasabah untuk bisa selalu memantau harga yang sedang berjalan.

Jumat, Mei 31, 2013

Angka pengangguran Italia mencapai 12%; tertinggi sejak 36 tahun lalu

Bloomberg, (31/5) - Tingkat pengangguran di Italia mencapai level tertinggi 36 tahun pada bulan April di tengah pesimisme tentang prospek ekonomi yang mungkin masih masuk kedalam resesi untuk kuartal kedelapan.

Pengangguran naik menjadi 12 persen setelah pembacaan yang direvisi naik pada bulan Maret menjadi 11,9 persen dari 11,5 persen sebelumnya, menurut kantor pusat statistik nasional yang berbasis di Roma dalam sebuah laporan hari ini. Tingkat bulan April adalah lebih tinggi dari rata-rata perkiraan analis sebesar 11.6 persen dalam survei Bloomberg News. Pengangguran tetap di atas 10 persen untuk bulan ke-15 dan mencapai tingkat tertingginya sejak awal dikeluarkan data yang dimulai pada kuartal pertama tahun 1977.

Ekonomi keempat terbesar di Eropa itu akan berkontraksi 1,8 persen pada tahun 2013 karena permintaan rumah tangga yang lemah memperpanjang resesi terpanjang di lebih dari dua dekade terakhir, menurut Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) pekan ini. "Pekerjaan dan jam kerja akan terus turun, menghambat anggaran rumah tangga dan pengeluaran konsumsi," kata OECD yang berbasis di Paris tersebut.

Updated at : Jumat, Mei 31, 2013

Index dolar menuju penurunan mingguan jelang data AS

equity world
Bloomberg, (31/5) - Indeks Dollar menuju penurunan mingguan menjelang rilis data ekonomi AS hari ini yang diperkirakan akan menunjukkan tingkat belanja konsumen yang stagnan sehingga bisa meredam spekulasi bahwa Federal Reserve akan memangkat program pelonggaran kuantitatif yang telah ada.

"Dolar saat ini sangat sensitif terhadap data ekonomi AS," kata Imre Speizer, ahli strategi dari Westpac Banking Corp di Australia. "Sangat jelas jika hasil data lebih baik, pelonggaran kuantitatif kemungkinan akan dikurangi, namun jika data semakin memburuk, pelonggaran kuantitatif dapat ditingkatkan, sehingga itukah yang mengemudi pasar."

Indeks Dollar, yang Intercontinental Exchange Inc gunakan untuk melacak greenback terhadap mata uang dari enam mitra dagang AS, sedikit berubah pada 83,044 pukul 7:15 am di London. Nilainya telah jatuh 0,8 persen dalam lima hari terakhir sampai hari ini, dan menuju penurunan mingguan terbesar sejak 1 Februari.

Yen melemah 0,1 persen menjadi 100,82 per dolar, memangkas gain mingguannya menjadi 0,5 persen. Yen masih kehilangan 0,1 persen di posisi 131,49 per euro, setelah turun 0,4 persen sejak 24 Mei. Sementara itu, dolar diperdagangkan pada posisi $ 1,3042 per euro dari $ 1,3050 kemarin dan siap untuk penurunan sebesar 0,8 persen untuk minggu ini.

Data yang akan dirilis Departemen Perdagangan AS hari ini cenderung akan menunjukkan tingkat belanja konsumen di AS yang tidak berubah pada bulan April dibandingkan bulan sebelumnya, menurut perkiraan rata-rata dari ekonom dalam survei Bloomberg News.

Deflator index pengeluaran konsumsi pribadi, alat pengukur inflasi yang disukai the Fed, kemungkinan turun 0,2 persen bulan lalu dari bulan Maret, terbesar sejak Mei 2012 berdaarkan jajak pendapat ekonom yang ditunjukan secara terpisah.

Di Jepang, index harga konsumen tidak termasuk makanan segar turun 0,4 persen pada bulan April dari tahun sebelumnya, kata biro statistik Jepang hari ini, dibandingkan dengan penurunan 0,5 persen pada bulan sebelumnya. Tingkat inflasi belum di atas nol pada tahun lalu.

BOJ melipat gandakan pembelian obligasi bulanan pada bulan lalu hingga mencapai lebih dari 7 trilyun yen ($ 69 miliar). Bank sentral Jepang bertujuan untuk mencapai target inflasi sebesar 2 persen.

"Kami masih bearish terhadap yen dalam jangka menengah," kata Speizer dari Westpac. "Alasannya adalah kelanjutan pelonggaran moneter di Jepang," katanya, mengacu pada program pelonggaran kuantitatif pembelian obligasi.

Gubernur bank sentral Jepang, Haruhiko Kuroda mengatakan pada 12 April lalu bahwa investor diharapkan untuk beralih ke saham dan obligasi luar negeri dari obligasi pemerintah Jepang sebagai hasil dari pembelian "besar-besaran" atas JGB oleh pemerintah Jepang.

Bank sentral Eropa (ECB) dijadwalkan untuk melakukan pertemuan kebijakan pada tanggal 6 Juni mendatang. Bank sentral tersebut telah memangkas suku bunga acuan sebesar seperempat persentase poin ke rekor 0,5 persen pada tanggal 2 Mei lalu, ketika Presiden Mario Draghi mengisyaratkan bahwa para pejabat mungkin akan mengambil langkah-langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk mengisi bank-bank dengan kelebihan uang tunai yang dipunya ECB untuk meningkatkan likuiditas.

Updated at : Jumat, Mei 31, 2013

Emas sentuh 2 minggu tertinggi atas harapan the Fed tetap pada jalur stimulusnya

equity
Reuters, (31/5) - Emas naik ke level tertinggi dua minggu pada hari Jumat pagi karena lemahnya data ekonomi AS yang dirilis tadi malam meredakan kekhawatiran terhadap Federal Reserve yang akan segera meninjau skala pembelian obligasi.

Kenaikan pada exchange-traded product berbasis emas untuk pertama kalinya dalam tiga minggu terakhir juga memberi dukungan terhadap logam mulia yang biasanya dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Tapi permintaan fisik mereda sejalan dengan emas yang menuju kenaikan mingguan kedua berturut-turut.

"Trend jangka pendek (untuk emas) tampaknya masih naik untuk saat ini," kata Edward Meir, analis dari INTL FCStone. "Saham-saham relatif goyah dan data makro dari AS cukup konsisten untuk memungkinkan adanya keraguan sehubungan dengan seberapa cepat the Fed akan mulai mengurangi stimulus moneternya."

Spot emas naik 0,5 persen di $ 1,419.81 per ounce pada pukul 09:57 WIB, menyentuh level tertinggi di $ 1421 pada sesi sebelumnya - level yang tidak terlihat sejak 15 Mei lalu. Emas AS naik $ 7,50 ke $ 1.419. Keduanya berada di jalur untuk kenaikan 2 persen untuk minggu ini.

Kepemilikan di SPDR Gold Trust, exchange-traded fund terbesar di dunia naik pada Rabu untuk pertama kalinya sejak 9 Mei ke 1,013.15 ton. Tapi tingkat kepemilikannya masih berada di dekat posisi terendah empat tahun karena investor cenderung beralih kepasar saham untuk tahun ini.

Kenaikan harga emas, naik lebih dari 4 persen dalam dua minggu terakhir telah menghalangi pembeli di India dan China. Bulan April lalu emas di buru secara gila-gilaan ketika harga merosot ke titik terendah dalam dua tahun di level $ 1,321.35.

"Pasar fisik di seluruh Asia relatif tenang pagi ini setelah harga naik ke $ 1.400," kata seorang pedagang di Singapura. "Orang-orang akan kembali beli ketika harga terkoreksi di $ 1.370."

Updated at : Jumat, Mei 31, 2013

MSCI Asia Pasifik naik pada optimisme ekonomi

equity world
Bloomberg, (31/5) -- Index MSCI Asia Pacific naik 0,2 persen menjadi 135,83 pada pukul 11:25 pagi di Tokyo, dengan sekitar tiga saham naik untuk setiap dua yang jatuh. Tujuh dari 10 kelompok industri pada indeks tersebut menguat. Index ini menuju penurunan bulanan pertamanya dalam tujuh bulan terakhir setelah indeks Jepang memasuki fase koreksi kemarin paca mencapai level tertinggi sekitar lima tahun pada 22 Mei lalu.

Indeks Topix Jepang naik 0,6 persen dan Nikkei 225 Stock Average naik 1,5 persen. Kedua acuan tersebut jatuh lebih dari 10 persen hingga kemarin dari level tertingg 22 Mei, memasuki apa yang beberapa investor definisikan sebagai koreksi.

Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,5 persen, sedangkan Indeks Taiex Taiwan naik 0,6 persen. Indeks NZX 50 Selandia Baru naik 0,9 persen dan Index S&P/ASX 200 Australia berayun dua arah. China Shanghai Composite Index turun 0,2 persen, sedangkan indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,3 persen. Sementara, Index Strait Times Singapura turun sebesar 0,9 persen.

"Menjadi lebih mungkin bahwa the Fed tidak akan buru-buru keluar dari program stimulus," kata Juichi Wako, strategist pada Nomura Securities Co, broker terbesar di Jepang. (brc)

Updated at : Jumat, Mei 31, 2013