equity world futures

Alamat Kantor Kami:

Cyber 2 Tower Lt.19, Jl.HR.Rasuna Said Blok X-5 No.13, Jakarta Selatan 12950 Phone : +6221 29021661 (Hunting)

Alamat Kantor Kami:

Cyber 2 Tower Lt.19, Jl.HR.Rasuna Said Blok X-5 No.13, Jakarta Selatan 12950 Phone : +6221 29021661 (Hunting)

Transaksi anda kami jamin aman dari virus, hacker atau ganguan sejenisnya karena trading platform kami telah terproteksi dengan baik.

Gold:

GOLD adalah salah satu Product yang ditransaksikan di PT. EQUITY WORLD FUTURES.

Real Time Quotes

Dengan real time quotes yang mengudara selama 24 jam akan memberikan kemudahan kepada para nasabah untuk bisa selalu memantau harga yang sedang berjalan.

Kamis, Januari 06, 2022

PT. Equity World Futures | Harga Minyak Jatuh Pasca OPEC+ Tingkatkan Produksi Februari & Data Pasokan AS


equity world - Harga minyak turun pada Kamis (06/01) pagi di Asia usai terjadi penurunan pasokan minyak mentah AS yang lebih kecil dari estimasi. Keraguan juga tetap ada, apakah Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan mitranya (OPEC+) akan dapat memenuhi kenaikan produksinya untuk bulan Februari.

Harga minyak Brent turun 1,27% ke $79,77 per barel pukul 10.50 WIB dan harga minyak WTI jatuh 1,27% di $76,86 per barel menurut data Investing.com.

Data pasokan minyak mentah AS hari Rabu dari Badan Informasi Energi AS menunjukkan penurunan sebanyak 2,144 juta barel untuk pekan terakhir 31 Desember. Perkiraan yang disiapkan oleh Investing.com memperkirakan penurunan sebesar 3,283 juta sementara ada penurunan 3,576 juta tercatat selama minggu sebelumnya.

Data pasokan minyak mentah dari American Petroleum Institute yang dirilis sehari sebelumnya, menunjukkan penurunan sebesar 6,432 juta barel.

Sementara itu, OPEC+ sepakat pada hari Selasa untuk menambah pasokan 400.000 barel per hari (bph) untuk bulan Februari. Namun, beberapa investor tidak yakin bahwa kenaikan produksi yang disepakati itu akan bisa terpenuhi.

“Di luar Arab Saudi, OPEC melihat tantangan dalam meningkatkan produksi,” kata manajer portofolio Tortoise Matt Sallee kepada Bloomberg.

"Semakin banyak bulan maju dan OPEC tidak dapat menunjukkan penambahan pasokan 400.000 barel per hari, itu bisa mulai menakuti pasar," tambahnya.

Menambah tekanan pada harga minyak, notulen dari rapat Desember Federal Reserve AS mengindikasikan bank sentral kemungkinan akan menaikkan suku bunga lebih cepat daripada yang diharapkan. Di Asia Pasifik, Hong Kong memperketat tindakan pembatasan COVID-19 pada hari Rabu.

Sumber : Investing

PT. Equity World Futures

Updated at : Kamis, Januari 06, 2022

Rabu, Januari 05, 2022

PT. Equity World Futures | Fokus Pasar: Maskapai Penerbangan, Sektor Telekomunikasi, Persaingan Mobil Listrik


 

equity world - Saham-saham blue chip mencapai rekor lain, kedua kalinya tahun ini, sementara saham-saham teknologi turun dan memperlemah S&P 500 dan Nasdaq.

Investor memiliki data baru pada hari Selasa untuk dianalisis, yakni aktivitas pabrik berkembang sementara pasar tenaga kerja tetap ketat.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan lebih banyak bukti muncul bahwa varian virus corona Omicron menyebabkan gejala yang lebih ringan daripada jenis sebelumnya, meskipun sangat menular. Kasus baru di AS saja pada Senin mencapai 1 juta.

Bank-banklah yang membantu menopang Dow Jones Industrial Average, dengan sektor ini menambahkan 3,7%. Suku bunga diperkirakan akan naik tahun ini setelah Federal Reserve mengatakan akan mengakhiri pembelian obligasi era pandemi dan mulai menaikkan suku bunga, kemungkinan sebanyak tiga kali tahun ini. Risalah dari pertemuan Desember diharapkan akan rilis pada hari Rabu setempat.

Reuters melaporkan bahwa data baru menunjukkan manufaktur AS melambat pada Desember di tengah penurunan permintaan barang, tetapi investor menemukan tanda-tanda kendala pasokan berkurang.

Ini tetap menjadi minggu data yang ringan, dan pendapatan belum dimulai secara besar-besaran. Berikut adalah tiga hal yang dapat mempengaruhi pasar Rabu:

1. Saham maskapai penerbangan

Saham maskapai penerbangan diperdagangkan lebih tinggi pada Selasa karena berkurangnya kekhawatiran tentang dampak Omicron dan perdamaian dengan perusahaan telekomunikasi mengatasi hambatan yang dihadapi sektor tersebut.

Namun, ketidakhadiran terkait Covid menyebabkan ribuan penerbangan tambahan AS dibatalkan, dan cuaca serta infeksi Covid diperkirakan akan terus mengganggu jadwal maskapai.

2. Damai sektor komunikasi

Verizon Communications Inc (NYSE:VZ) dan AT&T Inc (NYSE:T) telah mencapai kesepakatan damai dengan otoritas dan maskapai penerbangan AS terkait peluncuran layanan baru 5G.

Setelah mengabaikan saran dari Departemen Perhubungan AS, kedua perusahaan pada hari Senin sepakat untuk menunda peluncuran layanan baru 5G hingga 19 Januari. Hal ini diharapkan memberi waktu kepada regulator penerbangan untuk mengatasi masalah keselamatan di bandara yang timbul dari penggunaan frekuensi baru oleh operator 5G. Operator telekomunikasi telah menawarkan untuk mengurangi kekuatan layanan 5G barunya selama enam bulan, melampaui tingkat yang telah disepakati perusahaan sebelumnya.

Badan Penerbangan Federal (FAA) telah bersiap untuk mengeluarkan pembatasan penerbangan yang akan menghambat penerbangan penumpang dan kargo di negara itu. Prospek itu sekarang tidak ada, setidaknya untuk sementara.

3. Persaingan produsen mobil

Ford Motor Company (NYSE:F) berencana untuk menambah produksi hampir dua kali lipat pikap listrik F-150 Lightning.

Perusahaan mengatakan sekarang akan membuat 150.000 unit kendaraan setiap tahun di pabrik Dearborn di Michigan untuk memenuhi permintaan pelanggan yang melonjak.

Mulai Kamis, perusahaan akan mengundang kelompok pertama pemegang reservasi untuk memesan F-150 Lightning. Pemegang reservasi diminta untuk melihat undangan melalui email atau masuk ke akun Ford mereka selama beberapa bulan ke depan. Mereka yang tidak menerima undangan untuk mengkonversi model tahun 2022 akan memiliki kesempatan untuk memesan kendaraan model tahun mendatang pada waktunya, kata perusahaan itu.

 Sumber : Investing

PT. Equity World Futures 

Updated at : Rabu, Januari 05, 2022

Selasa, Januari 04, 2022

PT. Equity World Futures | Dolar AS Turun Tipis, Capai Tertinggi 1 Bulan vs Yen atas Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga

equity world - Dolar Amerika Serikat turun pada Selasa (04/01) pagi di Asia tetapi naik ke level terkuatnya dalam lebih dari sebulan terhadap yen Jepang. Lonjakan imbal hasil Treasury AS semalam karena investor memperkirakan kenaikan awal suku bunga Federal Reserve AS juga memberi mata uang AS ini dorongan kecil.

Indeks Dolar AS yang mengukur greenback terhadap sejumlah mata uang lainnya turun tipis 0,05% ke 96,177 pukul 09.29 WIB menurut data Investing.com.

Pasangan USD/JPY naik tipis 0,12% di 115,46.

Pasangan AUD/USD naik 0,15% ke 0,7201, di mana dolar Australia mendekati level terendah dua minggu di $0,7184 yang dicapai selama sesi sebelumnya. Pasangan NZD/USD naik tipis 0,15% ke 0,6794.

Rupiah bergerak melemah 0,28% di 14.304,0 per dolar AS hingga pukul 09.37 WIB.

Pasangan USD/CNY menguat 0,32% di 6,3724 pukul 09.31 WIB. Data China yang dirilis sebelumnya menunjukkan indeks manajer pembelian manufaktur Caixin untuk bulan Desember lebih baik dari perkiraan 50,9.

Pasangan GBP/USD naik tipis 0,05% menjadi 1,3477. Pound mendatar dari Senin, ketika jatuh serendah 1,3431 per dolar untuk pertama kalinya sejak 29 November.

Pasar Jepang, China, dan Australia semuanya dibuka kembali setelah liburan.

Dolar AS naik setinggi 115,395 yen untuk pertama kalinya sejak 25 November, didorong oleh melonjaknya imbal hasil Treasury AS jangka panjang sebesar 12,5 basis poin semalam hingga mencapai 1,6420% untuk pertama kalinya sejak 24 November.

Investor juga terus memperkirakan bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada 2022, dengan pasar uang sepenuhnya memperkirakan kenaikan pertama pada Mei dan dua lagi pada akhir 2022.

"Pasar memperkirakan skenario kenaikan suku bunga AS yang lebih agresif, atau setidaknya risikonya, pada tahun 2022, dan itu pasti tetap menjadi dukungan utama untuk dolar," ahli strategi senior FX Barclays Shinichiro Kadota mengatakan kepada Reuters.

Jumlah kasus COVID-19 global juga terus melonjak, akibat varian omicron. Perjalanan global dan layanan publik terus tertunda, yang mana lonjakan juga kemungkinan akan menunda pembukaan kembali beberapa sekolah AS setelah libur.

Namun, investor tetap berharap bahwa penguncian dapat dihindari. Sementara itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS pada hari Senin menyetujui penggunaan dosis ketiga vaksin COVID-19 Pfizer Inc. (NYSE:PFE)/BioNTech SE (F:22UAy) untuk anak-anak berusia antara 12 dan 15 tahun. Regulator juga mempersingkat waktu untuk semua suntikan booster menjadi lima bulan dari enam bulan setelah pemberian dosis primer.

Sumber : Investing

PT. Equity World Futures

Updated at : Selasa, Januari 04, 2022

Senin, Januari 03, 2022

PT. Equity World Futures | ATIC Rugi Rp88 Miliar Pada Akhir September 2021

 


equity world - PT Anabatic Technologies Tbk(IDX:ATIC) mencatatkan rugi bersih Rp88,061 miliar dalam sembilan bulan pertama tahun 2021, kian dalam 52,85 persen dibandingkan periode sama tahun 2020 sebesar Rp57,612 miliar.

Data tersebut tersaji dalam laporan keuagan kuartal III 2021 dengan penelaahan terbatas emiten teknologi ini yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia(BEI), Senin(3/1/2022).

Jelasnya, pendapatan bersih terpapas 3,2 persen menjadi Rp4,245 triliun. Rincinya, penjualan produk berkurang 6,02 persen menjadi Rp3,103 triliun. Tapi pendapatan jasa tumbuh 5,27 persen menjadi Rp1,117 triliun.

Walau beban pokok pendapatan ditekan sedalam 3,15 persen menjadi Rp3,531 triliun, tapi laba kotor menyusut 3,9 persen menjadi Rp713,68 miliar.

Sayangnya, beban usaha menembus Rp606,6 miliar, ditambah  beban bunga mencapai Rp130,9 miliar dan beban pajak penghasilan menyentuh Rp55,miliar.

Sementara itu, aset menyusut 4,19 persen menjadi Rp4,11 triliun. Hal itu dipicu berkurangnya utang bank jangka pendek sedalam 29,2 persen menjadi Rp788,68 miliar.

Patut diperhatikan, kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi sebesar Rp8,071 miliar, memburuk dibandingkan kuartal III 2020 yang mencatatkan kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi sebesar Rp369,52 miliar.

Sumber : Investing

PT. Equity World Futures 

Updated at : Senin, Januari 03, 2022