PT EquityWorld Futures: Bloomberg (16/10) -- Dolar naik
terhadap yen untuk pertama kalinya dalam tiga hari terakhir setelah
pemimpin senat memulai pembicaraan kembali untuk menghindari gagal bayar
(default) dan membuka kembali pemerintah, meredam permintaan akan
kepemilikan aset Jepang. Yen jatuh kembali terhadap semua mata uang seiring indeks berjangka pada Standard & Poor’s 500 dan Saham-saham Asia menguat dengan diskusi senat merepresentasikan jalan tercerah untuk sebuah kesepakatan. Kesepakatan apapun akan membutuhkan bersih dari rintangan termasuk seruan juru bicara DPR John Boehner untuk mengadakan voting. Mata uang Selandia Baru naik untuk hari keempat secepat dari perkiraan inflasi yang mendorong kesempatan bank sentral akan menaikkan suku bunga acuannya.
Dolar naik sebesar 0.4% ke level 98.52 yen pukul 9:42 pagi di Tokyo setelah jatuh sebesar 0.4% dua hari sebelumnya. Dolar sedikit berubah sebesar $1.3511 per euro setelah naik sebesar 0.3% kemarin. Mata uang Selandia Baru naik sebesar 0.1% ke level 83.93 U.S. sent. Sementara euro menguta sebesar 0.3 % ke level 133.11 yen.
Indeks Bloomberg U.S. Dollar, yang mencatat kinerja dolar Amerika terhadap sepuluh mata uang, sedikit mengalami perubahan sebesar 1,012.92.
Pemimpin senat mayoritas partai Demokrat Harry Reid dan pemimpin minoritas Mitch McConnell dari partai Republik telah menangguhkan pembicaraan di awal ketika DPR mempertimbangkan tagihannya. Mereka harus mencapai kesepakatan final sekarang, pastikan seratus senator mengijinkan voting dipercepat dan membujuk Boehner untuk mengijinkan DPR akan tercapai dengan dukungan partai Demokrat.
Departemen Keuangan AS akan memiliki sebesar $30 miliar di tangan setelah tanggal 17 Oktober mendatang. Tergantung pada penerimaan pajak harian dan tagihan yang ada, pemerintah AS akan menghadapi gagal bayar (default) pada obligasinya kapanpun setelah pemegang obligasi dan jutaan penerima bantuan sosial.





0 komentar:
Posting Komentar