PT Equity World Futures:
AFP (10/10) - Dolar naik di Asia pada hari Kamis seiring Presiden Barack Obama secara resmi mencalonkan Janet Yellen untuk menjadi kepala Federal Reserve, sementara ia mulai mengadakan pembicaraan dengan anggota parlemen dalam upaya untuk mengakhiri kebuntuan anggaran.
Dalam perdagangan sesi sore di Tokyo, dolar diperdagangkan ¥97,73, naik dari dari level ¥97,37 di New York pada hari Rabu, sementara euro dibeli pada kisaran $1,3497 dibandingkan dengan $1,3523, dan ¥131,90 terhadap ¥131,74.
Dealer menyambut pilihan Obama, Yellen untuk mengantikan Ben Bernanke menjadi ketua The Fed karena dia pendukung skema pembelian obligasi senilai $ 85 miliar per bulan, memicu harapan akan tetap dipertahankan.
Risalah dari pertemuan terakhir The Fed menunjukkan perpecahan di antara pembuat kebijakan tentang kapan sebaiknya memulai pemangkasan program stimulus.
Nominasi Yellen memulihkan sedikit normalitas ke Washington, di mana shutdown pemerintah mendekati hari ke-10 dengan ada tanda-tanda kompromi meningkatkan kekhawatiran bencana default utang AS seiring tenun tenggat waktu tanggal 17 Oktober.
Presiden Obama pada hari Rabu mengundang para anggota parlemen Republik dan Demokrat ke Gedung Putih untuk mencoba untuk bekerja sama untuk melalui kebuntuan, yang telah memicu kritik internasional, termasuk dari pemegang hutang utama AS yaitu China dan Jepang.
Adanya harapan kedua belah pihak akan setuju untuk kenaikan jangka pendek di plafon utang dalam rangka untuk mengadakan pembicaraan substantif pada anggaran.
AFP (10/10) - Dolar naik di Asia pada hari Kamis seiring Presiden Barack Obama secara resmi mencalonkan Janet Yellen untuk menjadi kepala Federal Reserve, sementara ia mulai mengadakan pembicaraan dengan anggota parlemen dalam upaya untuk mengakhiri kebuntuan anggaran.
Dalam perdagangan sesi sore di Tokyo, dolar diperdagangkan ¥97,73, naik dari dari level ¥97,37 di New York pada hari Rabu, sementara euro dibeli pada kisaran $1,3497 dibandingkan dengan $1,3523, dan ¥131,90 terhadap ¥131,74.
Dealer menyambut pilihan Obama, Yellen untuk mengantikan Ben Bernanke menjadi ketua The Fed karena dia pendukung skema pembelian obligasi senilai $ 85 miliar per bulan, memicu harapan akan tetap dipertahankan.
Risalah dari pertemuan terakhir The Fed menunjukkan perpecahan di antara pembuat kebijakan tentang kapan sebaiknya memulai pemangkasan program stimulus.
Nominasi Yellen memulihkan sedikit normalitas ke Washington, di mana shutdown pemerintah mendekati hari ke-10 dengan ada tanda-tanda kompromi meningkatkan kekhawatiran bencana default utang AS seiring tenun tenggat waktu tanggal 17 Oktober.
Presiden Obama pada hari Rabu mengundang para anggota parlemen Republik dan Demokrat ke Gedung Putih untuk mencoba untuk bekerja sama untuk melalui kebuntuan, yang telah memicu kritik internasional, termasuk dari pemegang hutang utama AS yaitu China dan Jepang.
Adanya harapan kedua belah pihak akan setuju untuk kenaikan jangka pendek di plafon utang dalam rangka untuk mengadakan pembicaraan substantif pada anggaran.
Dolar menguat terhadap mata uang Asia- Pasifik.
Dolar
naik menjadi 43,23 peso Filipina dari 43,16 peso pada hari sebelumnya,
untuk 62.24 rupee India dari 62,19 rupee, dan 11.525 rupiah Indonesia
dari level 11.51 rupiah.
Dolar naik terhadap dolar singapura menjadi ke level SG$ 1,2537 dari SG$ 1,2512, untuk 31,48 baht Thailand dari 31,43 baht , untuk Tw$ 29,40 dari Tw$ 29,38 dan untuk 1,076.04 won Korea Selatan dari 1,074.35 won.
Dolar Australia melemah menjadi 94,01 sen AS dari 94,21 sen AS, sementara yuan China di perdagangkan pada level ¥15,97 terhadap ¥15,92.
Dolar naik terhadap dolar singapura menjadi ke level SG$ 1,2537 dari SG$ 1,2512, untuk 31,48 baht Thailand dari 31,43 baht , untuk Tw$ 29,40 dari Tw$ 29,38 dan untuk 1,076.04 won Korea Selatan dari 1,074.35 won.
Dolar Australia melemah menjadi 94,01 sen AS dari 94,21 sen AS, sementara yuan China di perdagangkan pada level ¥15,97 terhadap ¥15,92.






0 komentar:
Posting Komentar