PT Equity World Futures: INILAH.COM, Shanghai - Bursa saham AS melemah pada perdagangan
Rabu (16/10/2013) pagi. Investor mengkhawatirkan batas akhir untuk
menaikkan plafon utang AS.
Senas AS memiliki jadwal untuk rapat pada Rabu siang waktu AS. Hal ini untuk menindaklanjuti keputusan pimpinan senat yang menarik proposal negosiasi meningkatkan plafon utang. Saat ini rencana Partai Republik untuk memberikan suara menjadi berantakan.
Bursa saham Australia bergerak lebih tinggi setelah muncul laporan Pemimpin Mayoritas Senat Harry Reid dan Pemimpin Minoritas Mitch McConnell optimis tentang mencapai kesepakatan tentang utang. Namun setelah perkembangan terakhir, indeks ASX bergerak negatif dengan melemah 0.1%.
Bursa saham Jepang bergerak melemah sehingga indeks Nikkei turun 0,1% dan indeks Topix turun 0,2% saat istirahat sesi siang. Bursa China seperti Hang Seng juga melemah 0,4% dan indeks Shanghai lebih rendah 1,9%, demikian mengutip marketwatch.com.
Pada perdagangan Selasa (15/10/2013), Wall Street berakhir turun. Indeks Dow Jones turun 0,9%, indeks S&P melemah 0,7%. Padahal sebelumnya berakhir di level tertinggi dalam tiga pekan terakhir.
Senas AS memiliki jadwal untuk rapat pada Rabu siang waktu AS. Hal ini untuk menindaklanjuti keputusan pimpinan senat yang menarik proposal negosiasi meningkatkan plafon utang. Saat ini rencana Partai Republik untuk memberikan suara menjadi berantakan.
Bursa saham Australia bergerak lebih tinggi setelah muncul laporan Pemimpin Mayoritas Senat Harry Reid dan Pemimpin Minoritas Mitch McConnell optimis tentang mencapai kesepakatan tentang utang. Namun setelah perkembangan terakhir, indeks ASX bergerak negatif dengan melemah 0.1%.
Bursa saham Jepang bergerak melemah sehingga indeks Nikkei turun 0,1% dan indeks Topix turun 0,2% saat istirahat sesi siang. Bursa China seperti Hang Seng juga melemah 0,4% dan indeks Shanghai lebih rendah 1,9%, demikian mengutip marketwatch.com.
Pada perdagangan Selasa (15/10/2013), Wall Street berakhir turun. Indeks Dow Jones turun 0,9%, indeks S&P melemah 0,7%. Padahal sebelumnya berakhir di level tertinggi dalam tiga pekan terakhir.






0 komentar:
Posting Komentar