PT Equity World Futures:
AFP, ( 10/10 ) - Bank Sentral Korea Selatan pada hari Kamis tetap pertahankan suku bunga acuan pada level 2,5 persen untuk bulan kelima berturut-turut mengikuti stand-off anggaran di Washington yang memberikan kekhawatiran atas potensi default utang negara adi daya itu.
Langkah ini memang telah diperkirakan secara luas oleh pasar dimana Kim Choong - Soo, Gubernur Bank of Korea (BOK) dan enam pembuat kebijakan lain di bank sentral membekukan suku bunga pinjaman antar bank untuk bulan Oktober sebesar 2,5 persen.
Meskipun ekonomi global diperkirakan masih akan menunjukkan pemulihan yang stabil, ketidakpastian atas anggaran pemerintah AS dan batas utang dan potensi perubahan di pasar keuangan global akibat masa depan tapering dari kebijakan ekspansi moneter the Fed AS tetap sebagai risiko penurunan pertumbuhan,' BOK mengatakan dalam sebuah pertanyaan.
Presiden AS Barack Obama pada Rabu mengundang anggota parlemen Republik dan Demokrat ke Gedung Putih untuk mencoba bekerja melalui perbedaan pendapat anggaran yang telah mengakibatkan penutupan parsial pemerintahnya.
Kebuntuan anggaran mengancam untuk memicu default utang yang bisa menghancurkan jika kedua belah pihak gagal untuk menaikkan batas pinjaman hingga tenggat waktu 17 Oktober mendatang.
Bank of Korea pada hari Kamis juga memangkas prospek pertumbuhan negara itu untuk tahun 2014 menjadi 3,8 persen dari 4 persen sebelumnya, mengutip tanda-tanda perlambatal global.
IMF pada Selasa memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi global untuk tahun 2014 menjadi 3,6 persen dari 3,8 persen sebelumnya, mengutip lambatnya ekspansi di negara berkembang seperti China dan India.
IMF juga memangkas prospek untuk ekonomi terbesar keempat Asia menjadi 3,7 persen tahun depan dari 3,9 persen sebelumnya.
AFP, ( 10/10 ) - Bank Sentral Korea Selatan pada hari Kamis tetap pertahankan suku bunga acuan pada level 2,5 persen untuk bulan kelima berturut-turut mengikuti stand-off anggaran di Washington yang memberikan kekhawatiran atas potensi default utang negara adi daya itu.
Langkah ini memang telah diperkirakan secara luas oleh pasar dimana Kim Choong - Soo, Gubernur Bank of Korea (BOK) dan enam pembuat kebijakan lain di bank sentral membekukan suku bunga pinjaman antar bank untuk bulan Oktober sebesar 2,5 persen.
Meskipun ekonomi global diperkirakan masih akan menunjukkan pemulihan yang stabil, ketidakpastian atas anggaran pemerintah AS dan batas utang dan potensi perubahan di pasar keuangan global akibat masa depan tapering dari kebijakan ekspansi moneter the Fed AS tetap sebagai risiko penurunan pertumbuhan,' BOK mengatakan dalam sebuah pertanyaan.
Presiden AS Barack Obama pada Rabu mengundang anggota parlemen Republik dan Demokrat ke Gedung Putih untuk mencoba bekerja melalui perbedaan pendapat anggaran yang telah mengakibatkan penutupan parsial pemerintahnya.
Kebuntuan anggaran mengancam untuk memicu default utang yang bisa menghancurkan jika kedua belah pihak gagal untuk menaikkan batas pinjaman hingga tenggat waktu 17 Oktober mendatang.
Bank of Korea pada hari Kamis juga memangkas prospek pertumbuhan negara itu untuk tahun 2014 menjadi 3,8 persen dari 4 persen sebelumnya, mengutip tanda-tanda perlambatal global.
IMF pada Selasa memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi global untuk tahun 2014 menjadi 3,6 persen dari 3,8 persen sebelumnya, mengutip lambatnya ekspansi di negara berkembang seperti China dan India.
IMF juga memangkas prospek untuk ekonomi terbesar keempat Asia menjadi 3,7 persen tahun depan dari 3,9 persen sebelumnya.






0 komentar:
Posting Komentar